Showing posts with label liputan'e PAKDE. Show all posts
Showing posts with label liputan'e PAKDE. Show all posts

25.10.09

BAGAIMANA PENDAPAT ANDA TTG KLUB POLIGAMI..?

Bagaimana pendapat anda tentang klub poligami yang didirikan di bandung ?
tuangkan pendapat anda di kolom komentar......

Lanjuuut ..

19.9.09

CHRIS"THE DRAGON"JOHN harumkan INDONESIA



CHRIS JOHN kembali mengharumkan nama indonesia di kancah internasional setelah mengalkahkan ROCKY JUARES dengan menang angka mutlak,di MGM GRAND ..las vegas nevada.
pertarungan yang sangat melelahkan selama 12 ronde ...bahkan sempat mengkawatirkan pada ronde 12 chris john sempat sempoyongan di detik2 terakhir...namun bisa di atasi sampai ronde terakhir klar .......
bravo ...indonesia terimakasih kris kau harumkan nama INDONESIA di kancah internasional...maju terus

Pada pertarungan di MGM Grand Arena, Amerika Serikat, Minggu, 20 September 2009, Chris John sebenarnya tampil mendominasi. Bahkan hingga ronde ke-9, The Dragon boleh dikatakan mampu menguasai jalannya pertarungan.

Perlawanan berarti baru didapatnya mulai ronde ke-10. Stamina yang mulai menurun membuat pertahanan Chris John mulai terbuka dan langsung dimanfaatkan oleh Juarez yang mendapat dukungan dari ribuan warga Meksiko.

Di ronde ke-11, Juarez berhasil membuat mata kiri Chris John bengkak. Sedangkan di penghujung ronde ke-12, Chris John bahkan nyaris tumbang terkena jab Juarez. Beruntung The Dragon mampu bertahan hingga bel berbunyi.

Chris John akhirnya bisa tersenyum gembira setelah tiga hakim yang bertugas memenangkan dirinya. Masing-masing Judge Glenn Hamada dengan angka 114-113, Adalaide Bryrd dengan 119-109, dan Herb Santos dengan 117-111.

Hasil ini menurut Chris John tak mungkin didapatnya bila duel digelar di Houston Texas, AS. Sebab, pertarungan perdananya di tanah kelahiran Juarez itu justru berujung keputusan kontroversial.

"Sekarang Nevada menjadi rumah saya, sebab hasil yang berbeda akan saya dapat bila saya bertarung di Texas," kata Chris John seperti dilansir yahoosports.com, Minggu, 20 September 2009.

Chris John bertarung dengan Juarez di Texas, Februari 2009 lalu. Pada pertarungan tersebut, Chris John juga berhasil mendominasi pertarungan. Namun wasit hakim justru secara kontroversial menyatakan duel berakhir dengan draw 114-114.

Keduanya kembali dijadwalkan untuk bertemu Juni 2009. Namun remacth ini batal setelah kesehatan Chris John tiba-tiba merosot beberapa haris sebelum pertandingan.
Lanjuuut ..

17.9.09

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA POHON


VIVAnews - Beberapa peneliti telah menemukan bahwa terdapat listrik yang cukup di dalam pohon untuk memasok daya bagi sirkuit elektronik. Penemuan ini bisa menjadi jalan agar komputer di rumah bisa dipasok energinya dari pohon yang ditanam di kebun belakang rumah.

"Sejauh pengetahuan kami, ini merupakan pertamakalinya peneliti menemukan bahwa seseorang bisa mengaktifkan sesuatu dengan memasang

elektroda ke sebuah pohon," kata Babak Parviz, peneliti dari University of Washington, seperti VIVAnews kutip dari Mother Nature Network, 14 September 2009.

Parviz, dan rekannya Brian Otiz telah mengembangkan alat yang akan memungkinkan sebuah sirkuit dicolokkan ke pohon. "Pengembangan ini nantinya bisa mengatasi masalah bagaimana melakukan charging terhadap gadget portabel seperti iPod dan ponsel," kata Parviz.

Penelitian ini didasari oleh temuan sebelumnya, ketika tahun lalu sejumlah peneliti mendapati bahwa pohon bisa menghasilkan voltase hingga 200 milivolt ketika sebuah elektroda dipasang di pohon dan elektroda lainnya ditanam di tanah. Teknologi tersebut didesain untuk berfungsi sebagai sensor hutan yang dayanya dipasok dengan cara tersebut. Tetapi sampai saat ini belum ada yang mencoba mengaplikasikan temuan ini untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga pohon.

Tahun lalu, Carlton Himes, Mahasiswa University of Washington menghabiskan musim panasnya berkeliling di hutan sekitar kampus dan menancapkan paku di pohon maple lalu menghubungkannya pada voltmeter. Ia mendapati bahwa pohon-pohon tersebut memiliki voltase yang stabil sampai beberapa ratus milivolt.

Berhubung voltase pohon sangat rendah, ia kemudian membuat konverter khusus untuk mengambil voltase input sampai berukuran minimal 20 milivolt agar bisa disimapan untuk menghasilkan output yang lebih besar. Perangkat itu kemudian menghasilkan voltase output sampai 1,1 volt, yang cukup untuk menjalankan sensor berdaya rendah.

Meski begitu, teknologi untuk memanfaatkan pohon pinus sebagai pemasok daya untuk PC masih jauh. Dan sebagai informasi saja, tubuh manusia memiliki daya yang cukup besar untuk menyalakan komputer. Sayangnya belum ditemukan cara untuk menyambungkan manusia dengan PC lewat kabel tanpa menyakiti manusia tersebut.
Lanjuuut ..

16.9.09

5 Profesi Paling Melelahkan


dari....VIVAnews - Saat pekerjaan sedang menumpuk, apalagi kita masih harus menghadapi protes klien, rasanya pekerjaan yang kita kerjakan sangatlah melelahkan.

Jika Anda ingin tahu pekerjaan apa yang paling melelahkan selain pekerjaan Anda, coba lihat daftar pekerjaan yang dibuat American Physiological Association. Inilah urutan dari lima jenis pekerjaan yang paling melelahkan.

5. Pekerja Jasa

Pekerja dalam bidang jasa ada dalam urutan ke lima pekerjaan paling melelahkan. Pelayan, petugas rumah sakit, pengantar barang, diharuskan bekerja kapan saja dan terkadang tidak mengenal waktu. Belum lagi rasa lelah yang mereka rasakan harus ditutupi dengan senyum dan keramah-tamahan menghadapi pasien dan konsumen.

4. Pengasuh Anak

Jangan remehkan pekerjaan pengasuh anak. Jam kerja mereka bisa mencapai 24 jam saat anak sedang sakit dan tentunya sangat melelahkan. Mereka pun harus sabar menghadapi tingkah laku anak yang terkadang

menyebalkan. Fakta lainnya adalah, terkadang gaji yang mereka terima tidak sepadan dengan rasa lelah yang dikeluarkan.

3. Guru

Profesi guru memang membutuhkan dedikasi tinggi. Selain dituntut untuk bisa mengajarkan ilmu baru pada murid-muridnya, mereka juga harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. Mereka tidak hanya menghadapi sikap anak-anak murid yang terkadang menyebalkan, tapi juga harus berhadapan dengan keluhan dari banyak orang tua. Profesi guru menurut American Physiological Association, termasuk profesi yang sangat melelahkan

2. Pekerja kreatif

Para pekerja kreatif masuk dalam urutan kedua pkerjaan yang paling melelahkan. Profesi kreatif ini termasuk penulis, sutradara, dan jurnalis. Tuntutan pekerjaan seringkali membuat para pekerja kreatif ini tidak memiliki waktu cukup untuk beristirahat. Tekanan deadline juga menjadi pemicu stres dan rasa lelah yang luar biasa.

1. Selebriti

Profesi yang paling melelahkan dalam urutan pertama adalah selebriti atau publik figur. Termasuk pemain film, politisi, pembawa cara terkenal hingga penyanyi. Tuntutan untuk tampil sempurna dalam segala suasana membuat tekanan tersendiri. Jadwal mereka yang padat dan harus menghadapi berbagai macam gosip, membuat profesi ini terbilang sangat melelahkan.
Lanjuuut ..

13.9.09

RI- MALAYSIA KISRUH


JAKARTA, KOMPAS.com - Hubungan bilateral RI-Malaysia kini memasuki babak sulit yang ditandai dengan munculnya beberapa persoalan yang mengganggu. Indonesia mengedepankan jalur diplomasi, perundingan, atau komunikasi politik sehat agar semua masalah bisa diselesaikan.

”Mengelola hubungan kedua negara memang sulit. Komunikasi politik yang kita lakukan sudah bagus. Namun, tetap perlu kajian sosiologis bersama tentang hubungan antarkedua negara ini,” kata Kepala Biro Administrasi Menteri/Juru Bicara Deplu RI Teuku Faizasyah menjawab Kompas seusai jumpa pers di kantor Deplu Jakarta, Jumat (11/9).

Tingkat kesulitan itu bukan terletak pada lemahnya komunikasi politik atau jalur diplomasi yang dibangun selama ini, melainkan

semata-mata karena perbedaan cara pandang di kalangan generasi muda.

”Komunikasi politik kita sudah baik. Masalahnya kita kini berada di era yang berbeda. Generasi baru melihat (hubungan) itu lebih rasional dan para orangtua dulu melihat kedua negara sebagai serumpun,” katanya.

Beberapa persoalan muncul setelah klaim kebudayaan Indonesia oleh Malaysia, terutama dalam kasus tarian pendet Bali.

Hal ini ditambah lagi dengan persoalan dari sisi Indonesia. Misalnya, ada aksi sweeping terhadap warga Malaysia, pembakaran bendera dan atribut negara tetangga itu, serta unjuk rasa di Jakarta. Ada juga kasus rumah kontrakan mahasiswa Malaysia di Yogyakarta dilempari dengan telur busuk.

”Deplu mengecam tindakan sweeping ini karena tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga dapat mencoreng citra Indonesia di dunia internasional. Namun, aksi ini hanya dilakukan sekelompok kecil warga, bukan mewakili rakyat kita. Kita harus memakai jalur diplomasi dengan arif, bijak, dan damai,” kata Teuku.

Menlu akan bertemu

Saat jumpa pers, Teuku menyatakan, Malaysia prihatin dan mencemaskan keselamatan warganya di Indonesia. Kecemasan itu antara lain ditunjukkan Menteri Luar Negeri Malaysia YB Datuk Anifah Haji Aman yang sampai memanggil Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachktiar di Kuala Lumpur, Rabu lalu.

”Kita menjelaskan Indonesia melindungi semua warga asing, termasuk warga Malaysia,” jelas Teuku lagi.

Dalam rangka mengelola kembali hubungan baik antarkedua negara, Menlu Malaysia berinisiatif menemui Menlu RI Hassan Wirajuda pada hari Kamis yang akan datang. ”Beliau berinisiatif datang ke Indonesia dan akan diterima Bapak Menlu kita. Keduanya akan membahas isu-isu terkini terkait banyak hal. Bagaimana seharusnya kedua negara ini mengelola hubungan bilateralnya,” jelas Teuku.

Masalah yang akan menjadi fokus pembicaraan kedua pejabat tersebut, kata Teuku, belum dapat dirincikan. Meski demikian, kemungkinan besar beberapa isu sensitif akan menjadi fokus pembicaraan, mungkin juga termasuk soal isu sweeping warga, pembakaran atribut Malaysia, dan klaim produk budaya Indonesia yang dilakukan negara tetangga itu.

Saat ini sudah terbentuk kelompok tokoh terkemuka atau Eminent Person Group (EPG) Indonesia-Malaysia. Kelompok ini mengkaji hubungan kedua negara secara kesuluruhan dan mempelajari masalah-masalah yang menjadi akar kian memanasnya hubungan antarkedua negara untuk disikapi pimpinan negara masing-masing.

Di samping berbagai isu tersebut, hubungan RI-Malaysia juga sering panas, terutama di kalangan rakyat Indonesia. Tidak sedikit kasus penyiksaan pekerja rumah tangga asal Indonesia yang bekerja di Malaysia. Pengusiran bahkan penyiksaan juga dilakukan aparat Malaysia terhadap tenaga kerja ilegal asal Indonesia.

Namun, di sisi lain, perusahaan Malaysia penampung pekerja ilegal asal Indonesia seperti mendapat angin. Perusahaan sering menahan atau tak membayar gaji dengan alasan status sebagai pekerja ilegal.
Lanjuuut ..

5 Hal yang Tak Mau Didengar Pria dari Wanita

dari VIVAnews - Dalam menjalin hubungan antara pria dan wanita ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Ternyata, banyak hal yang tak ingin didengar pria dari mulut wanita. Mereka sangat menghindari hal tersebut.


Kira-kira ucapan atau kalimat apakah dari kaum wanita yang paling dihindari pria. Ini bocorannya...........>>>




1. Kalimat yang mengatakan 'saya menyukai kamu sebagai teman'. Memang kalimat itu sangat singkat dan terdengar klise. Tetapi kalimat itu terdengar seperti kalimat 'saya mencintai kamu tetapi saya tidak mencintai kamu'. Kalimat kamu seperti kakak bagi saya juga tak mau didengar oleh kaum pria dari mulut wanita.

2. Kalimat 'orangtua saya ingin bertemu denganmu'. Pria sangat menghindari kata-kata tersebut. Terkadang pria membutuhkan persiapan yang khusus untuk bertemu dengan orangtua dari kekasihnya.

3. Ungkapan apakah saya gemuk saat ini? Dan si wanita memaksakan pria itu untuk meyakinkan hal tersebut. Pria sangat tidak suka dengan pembicaraan mengenai berat badan.

4. Pria juga malas mendengar berbagai instruksi dari wanita. Pria sangat tidak suka dengan hal tersebut.

5. Segala sesuatu yang berhubungan dengan ungkapan yang membanding-bandingkan pacar Anda dengan pria lain. Termasuk dengan mantan pacar Anda.
Lanjuuut ..

9.9.09

KD Daftarkan Gugatan Cerai 28 September 2009



Krisdayanti akan mendaftarkan gugatannya usai Lebaran. KD dijadwalkan akan memasukkan gugatan cerainya terhadap Anang pada 28 September 2009 mendatang.

"Rencananya 28 September nanti," jelas Elsie Lontoh, pengacara KD, saat berbincang dengan detikhot lewat telepon, Rabu (9/9/2009).

Elsie menuturkan awalnya ada wacana untuk mendaftarkan gugatan cerai sebelum Lebaran. Niat tersebut muncul melihat pemberitaan soal perceraian KD dan Anang di media.

Namun rencana tersebut urung dilakukan. "Mas Anang dan KD tidak setuju," imbuhnya.

KD dan Anang juga sepakt tidak akan berbicara lagi kepada media mengenai perceraian mereka untuk menghormati bulan puasa
detikcom - Kamis, September 10


Lanjuuut ..

Sheila Marcia Bakal Gugurkan Kandungan?



Membesarkan kandungan di dalam penjara tidak pernah terpikirkan di benak Sheila Marcia Joseph sebelumnya. Memang, wanita mana pun tak ada yang ingin mengalami kejadian seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, kewajiban Sheila sebagai warga negara yang taat hukum harus dijalaninya. Siap atau tidak, ia harus mendekam di penjara dalam keadaan positif hamil. Mampukah Sheila menjalaninya?

Ibunda Sheila, Maria Joseph, yang ditemui di luar Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa (8/9) menuturkan

jika ia selalu memberikan dukungan kepada putrinya. Ia juga tidak terlalu khawatir karena di dalam penjara pun sudah ada tim medis yang siap sedia membantu Sheila.

"Tentunya sebagai public figure dia nggak ingin melakukan aborsi ataupun lari dari hukum. Pokoknya dia jangan lupa sama cairan dan supaya makan terus," kata Maria.

Dalam kunjungannya kali ini, Maria mengaku ada yang sudah berbeda. Ia tidak lagi kebingungan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan putrinya di dalam terali besi. Maklum saja, penjara bukan hal baru bagi Sheila yang sebelumnya sudah berada di sana selama 7 bulan.

"Tadi bawa perlengkapan seperti sabun dan segala macem, tapi nggak semua sih, karena Sheila itu sekarang sudah beda. Dia sekarang sudah besar," pungkas Maria. (kpl/ant/boo)
Kapanlagi.com - Rabu, September 9
Lanjuuut ..

Gempa Terjadi Menerus karena Lempeng Cari Keseimbangan



Gempa berkali-kali melanda Indonesia belakangan ini dalam waktu yang relatif dekat. Berawal di Tasikmalaya, Yogyakarta, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Toli-Toli, dan disusul Bengkulu, dengan kekuatan bervariasi. Mengapa gempa sering mampir?

"Indonesia ini kan wiayah pertemuan tektonik besar yaitu tempat pertemuan lempengan Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik yang bertemu di Laut Banda. Tempat pertemuan antarlempeng di sekitar itu berpotensi


melepaskan energi yang kita sebut sebagai gempa," ujar Kepala Balai Besar II BMKG yang membawahi Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan, Suhardjono, ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (9/9/2009) pukul 09.00 WIB.

Suhardjono menuturkan, layaknya seperti bermain tarik tambang, maka jika salah satu tali putus maka yang lain akan mencari keseimbangan.

"Tempat pertemuan itu saling dorong-dorongan dan ketika terjadi pelepasan di satu lokasi, maka yang lain akan menuju ke keseimbangan yang baru dan akan bergerak terus sehingga berpengaruh ke pertemuan lempeng yang lain," jelasnya.

Pelepasan energi itu, lanjut Suhardjono, sebenarnya terjadi setiap hari. "Kalau secara alami, Tasikmalaya migrate ke titik lain, ke Yogya, Bengkulu, Aceh, dan lain-lain selama flat bergerak terus," ceritanya.
detikcom - Rabu, September 09
Lanjuuut ..

8.9.09

Malaysia: Hati-hati dengan Hak Cipta Tetangga



bersumber dari...
VIVAnews - Menteri Informasi, Komunikasi, dan Budaya Malaysia, Rais Yatim, mengatakan betapa pentingnya toleransi warga Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi masalah. Dia menyerukan agar masyarakat kedua negara bertetangga ini terus berjuang untuk mempertahankan hubungan baik kedua negara.
Rais mengeluarkan pernyataan itu untuk menanggapi .............

persoalan pemakaian Tari Pendet asal Bali dalam klip video promosi pariwisata Malaysia yang disiarkan oleh Discovery Channel. Rais berbicara kepada wartawan setelah berbuka puasa bersama 36 anak yatim piatu di kantor kementrian, Selasa malam, 8 September 2009. Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da'i Bachtiar, juga hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut.

Rais memperingatkan pekerja seni Malaysia untuk bertindak hati-hati dan tidak menggunakan materi hak cipta dari negeri-negeri tetangga, serta mengklaim itu sebagai milik mereka.

"Sebagai contoh, lagi-lagu Hindi adalah milik India, tetapi semua anak-anak muda kita menyanyikan lagu tersebut. Namun, mereka tidak mengklaim hak cipta lagu-lagu itu," kata Rais, seperti dikutip dari laman The Malaysian Insider.

Hal yang sama juga berlaku dalam kasus Tari Pendet. "Namun, kita tidak boleh membelokkan kasus tersebut menjadi isu politik atau ke hal lain yang bisa menghancurkan hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia," kata Rais.

Dia yakin bahwa rakyat kedua negara bersedia untuk hidup berdampingan dengan damai.

"Satu tarian, contohnya, yang ditayangkan di televisi di luar negeri, bukan berarti lantas kita harus membakar bendera atau melemparkan batu. Kalau ini berlanjut, peradaban barat akan melihat kita, negara timur, hidup dalam gaya hidup yang tidak menyelesaikan masalah dengan berdiskusi," terang Rais.

Dia mengatakan, Eminent Persons Group (EPG) ASEAN, yang di Malaysia diketuai oleh Musa Hitam dan di Indonesia oleh Try Sutrisno, akan berperan dalam menangani masalah ini. Dubes Da'i Bachtiar sepakat dengan pernyataan Rais.


Lanjuuut ..

5.9.09

BLACK POWDER.....dah ada sejak dulu

From The Foxfire Book, Volume 5 - ? 1979 The Foxfire Fund; Published by Doubleday Books

"Black powder is and isn't hard to make depending on which end you look at it from. It is a long and tiresome task if you make more than ten pounds at a time.



"Out on the West Coast, as in some southern states, the trend by the government is to prevent its sale with mountains of red tape. Making your own black powder, however, is not unlawful as yet, as far as I know."

"By weight measure, black powder is made of seventy-five parts saltpeter finely ground, fifteen parts charcoal, and ten parts sulfur. All ingredients must be fine ground separately. This can be accomplished with either a mortar and pestle, or with a hand-cranked flour mill. Never mix all three ingredients before grinding unless you want to turn your mill into a deadly grenade, or your mortar into a cannon that can blow off your fingers or even your hand."

"Then the ingredients can be mixed with a small amount of water so the mixture comes out with biscuit-dough consistency. Usually when I mix the ingredients, I add just enough stale urine to make the batch bunch about like biscuit dough. The urine, substituted for water, gives the powder more oxygen and higher performance."

"Flowers of sulfur is ideal for gun powder, and it can be bought in most drug stores in four-ounce bottles or pound cans."

"It can also be found in pure deposits around volcanoes, and in early times, because it was found where molten lava issued from the earth, the sulfur condensed around the rims of the volcanoes was called brimstone."

"Today, in certain places around the world, sulfur is recovered from un- derground deposits by pumping live steam underground through pipes. The sulfur melts and, being lighter than water, is easily pumped out at another point close by. Then it is pumped into big ships that haul it to industries all over the world. That's why you can buy a hundred-pound sack for about three dollars in most places.

"Saltpeter, the chemical that produces the oxygen for the other ingredients when lit off, can he made by putting urine and manure of any kind in a big cement tank mixed with water until you have about three hundred gallons mixed up. Then you put on a tight lid and let it sit for about ten months. You have to have a drain pipe and valve at the bottom, and a stainless steel filter screen installed beforehand or you'll have one big mess on your hands. At the end of that time, you run the liquid that drains off through ashes into shallow wooden trays lined with plastic sheeting and let them stand for evaporation in the sun. When the water evaporates, potassium nitrate crystals (saltpeter) will form in the bottom of the trays."

"In the old days in cities, most outhouses were fitted with trays or drawers under the seats that could be pulled out from behind the building. They had night-soil collectors who were paid so much every month by the outhouse owners to keep those drawers emptied, and they'd come around with a special wagon into which they dumped the contents. When the wagon was full, it was hauled out to where another fellow bought the contents and dumped it into concrete tanks where the bacteria works it just like yeast works wine or bread dough. Then the liquid was run through ashes into shallow tiled or plain concrete evaporating trays or basins to recover the saltpeter."

"Today, saltpeter can also he bought in most drug stores in bottles or cans."

"Charcoal provides the carbon needed when the powder is lit off. When burning, the carbon assists in making potassium carbonates and carbon sulfates during the one one hundredth of a second that it is burning. Most of this is released at the muzzle of a smoke pole in the form of powder smoke. Some remains in the barrel in the form of fouling and should be swabbed out about every third shot if the shooter wants the round ball to continue to shoot true."

"The charcoal should never be made from hardwood as hardwood has too much ash. Such woods as chinaberry, willow, cottonwood, soft pine with no knots, or redwood and Western cedar make the best grade charcoal. A fifty-five-gallon drum with a snap-on lid and a match-stem-sized hole in the lid set over a fire Pit is a good charcoal maker. Take the wood and chip it or cut it into inch chunks and put a bucketful in the drum. Then build a hardwood fire under the drum and when smoke begins to spurt from the vent, light the wood with a match. When the flame goes out, your charcoal is made. Rake the fire out from under the drum, plug the vent with a bit of asbestos fiber or a nail that fits in tight, and let the drum sit overnight to cook. You can then crush and powder the charcoal with a mortar and pestle, or run it through a hand-cranked grain grinder to a flourlike fineness. "

"By the way, Just yesterday I took time out and made batch of powder, and this time, when I mixed the ingredients, I added homemade alder charcoal instead of redwood and improved the powder's performance 100 per cent. I recently bought a tight little sheet-metal heater stove for camp cooking and by accident discovered that getting a load of alder going good and then closing it UP tight and dampering it until it went out and turned cold converted the alder into nice pure charcoal. "

"When making black powder, never add any other ingredients or explosive powders unless you wish to turn your muzzle loader into a grenade that can kill you or cripple you for life. Keep your black powder stored in steel, airtight cans in a cool, dry place, and out of the reach of children. My parents failed to do that, and I've carried powder marks on my face for the last thirty years. A ten-year-old may think he knows what he's doing, but ten years don't give him enough prudence to think many things out ahead of time before he lights that match."

"The nice thing about shooting black powder is that commercial black costs about two cents a round, and homemade about a half-cent a round. "

As the demand for powder grew in the Southern Appalachians, fairly large operations came into being for its manufacture. As Jim Moran told us, "Powder was made in this area. The big powder mill that was around here is gone now--the place burned up and all. But it was on Boozy Creek, and it was operated back in the early 1800s and possibly before by the Hughes family. They were also gunsmiths. They were somehow connected with the blockhouse which was on the Wilderness Road. That was where Boone wintered after his son was bushwhacked on the Wilderness Road. Now that was quite a settlement around there. One winter I went up on Timbertree Branch near the blockhouse site and there were about ten or fifteen cabins around there made out of poplar logs. They were only about twelve feet square--didn't have any windows or anything in them. I think they were the residue of that holdup of immigration when those people got that far and they were afraid to go on. I went back over there about five years ago, but there's none of that left there now."

"But these Hughes, they ground that powder on millstones. I found that out. I know one man who found the old order book for the powder mill. He had it photostated. That mill blew up twice. One time they found shoe tacks in the charcoal. The story was that it was sabotaged. One time it blew a fellow's hand off."

"Willow charcoal is what they used for the powder. And then saltpeter- you know you hear about saltpeter caves. Over around Saltville they've found a lot of the vats and stuff where they leached that out from bat guano. That was done during the Civil War. In fact, they've uncovered one of those caves in the last ten years or so and found the vats still intact in the cave. That's Saltville, which is about thirty-five or forty miles north of here. And the same thing in Big Stone Gap. Powder for the Battle of King's Mountain was made on Powder Branch near Erwin, Tennessee."

Another of these operations was located in Mammoth Cave. Recently, in a remarkable experiment there, potassium nitrate crystals from saltpeter were produced again in the traditional method. Carol A. Hill, one of the coordinators for the Saltpeter Research Group, describes the procedure that was used that day:

"Before the 187Os, caves were the primary source of nitrate used in the manufacture of gunpowder. Saltpeter mining was one of the first major industries of the new frontier, and one of the principle objectives of exploring new territory was to find saltpeter caves. Caves were mined by individuals and also commercially for national defense purposes during the Revolutionary War, the War of 1812, and the Civil War. Many homesteaders in the Virginias, Kentucky, and Tennessee had their own individual saltpeter caves and from them would make their own gunpowder in home-constructed V-vats or 'hoppers.'

"Making a V-vat entailed using a peg-and-hole construction. The holes were made with a hand auger; the pegs by whittling down the end of a log with a hatchet and then by trimming with a knife . The frame was then pounded together with a wooden mallet . A froe was used to make the side boards. Bolts of wood that were straight-grained and well seasoned were the best for this purpose. The glut was used as a wedge to split the log base of the collecting trough. The trough was then hewn out with a foot adze and hatchet. After the hopper was constructed, twigs were laid in the bottom of the vat, and then wheat straw was laid on top of the twigs and along the side boards to help keep the vat from leaking.


"Cave dirt was tested for its nitrate potential by the following procedure: A footprint or mark was made in the dirt and left for twenty-four hours. If the print was scarcely visible by the next day, then the dirt was deemed high in niter. A mattock was used to break up the cave dirt, and a wooden saltpeter paddle was used for digging and scraping The dirt was removed from the cave in gunny sacks and poured on top of the twig and straw in the V-vat. Buckets of water were then poured over the saltpeter dirt to leach it of its nitrate or 'Mother liquor'. The mother liquor (also sometimes called 'beer' would run down the sides of the V-vat and into the split-log base and out into the collecting trough. A dipper gourd was often used to transfer the mother liquor into a container. This same liquor was poured again and again over the saltpeter dirt because releaching caused more nitrates to be dissolved. According to the old reports, releaching went on until the solution was of sufficient density to float an egg.





"The next step was to combine the mother liquor rich in calcium nitrate with wood ashes that contain high amounts of potassium hydroxide. The best woodashes for this purpose were made by burning hardwoods such as oak and hickory. The mother liquor was either poured directly over the woodashes or the woodashes were leached in barrels and the leachate directly combined with the mother liquor. Upon combination, a white haze could be seen , and this white precipitate (calcium hydroxide or 'curds' as it was called) would slowly sink to the bottom of the barrel. If the solution contained an excess of calcium nitrate, the product was termed 'in the grease.' An excess of woodashes produced a condition called 'in the ley.'

The wood ash leachate was poured into the mother liquor until the white curds could no longer be seen precipitating out of solution. The remaining solution thus contained the still soluble potassium nitrate. This solution was dipped out into an apple-butter kettle (or"evaporator'), and a fire started under the kettle. Turnip halves were then thrown into the boiling solution to help keep it from foaming and to take up the dirty brown color. Oxblood (or alum) was also added to the boiling liquid and caused the organic matter to rise to the top of the liquid and form a scum which, with continued boiling, was constantly ladled off. After a few hours of boiling, the hot liquor was poured through cheesecloth in order to filter out the remaining scum and organic material. Upon cooling, fine, bitter, needle-shaped crystals of niter (potassium nitrate) formed in the liquor. These crystals were then collected and dried. Potassium nitrate crystals were far superior to calcium or sodium-nitrate crystals because they are non-deliquescent (do not take up moisture from the air) and, hence, would not make the gunpowder wet and unusable. The nitrate crystals thus obtained had to be further refined and purified. This purification procedure was done either by the individual and homemade into gunpowder, or it was done after the saltpeter crystals were sent to a refinery where the final gunpowder was made."




Lanjuuut ..

4.8.09

SELAMAT JALAN Mbah SURIP



04/08/2009 13:23 | Obituari

Liputan6.com, Jakarta: Kuat dugaan penyebab Urip Ariyanto atau akrab disapa Mbah Surip meninggal karena kelelahan. "Mungkin pola makan yang tidak teratur sementara jadwal si mbah ini yang begitu padat," jelas Al Moenir Rahmat, produser eksekutif Playlist SCTV saat........

dihubungi lewat telepon di rumah pelawak Mamiek Prakoso di Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (4/8) siang.

Penjelasan Moenir berdasarkan surat visum RS Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat (Pusdikkes) Kramat Jati, Jakarta Timur yang dipegangnya. Beredar kabar terakhir Mbah Surip berbonceng sepeda motor bersama Mamiek. Moenir membantah kejadian itu menjadi penyebab kematian pelantun "Tak Gendong" ini. "Perut saja mual-mual," tambah Moenir. Mbah Surip meninggalkan empat orang anak dan empat cucu.

Mbah Surip meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusdikkes, pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum dibawa ke rumah sakit kabarnya Mbah Surip sempat dibawa ke rumah Mamiek. Hingga kini pria kelahiran Mojokerto, Jawa Tengah, 6 Mei 1949 ini belum diketahui akan dimakamkan di mana [baca: Mbah Surip Meninggal Dalam Perjalanan ke RS].

Penyanyi fenomenal, Mbah Surip mengembuskan napas terakhir di saat popularitasnya melambung dengan hits "Tak Gendong". Lagu ini akrab di telinga anak-anak hingga orang dewasa. Almarhum mudah dikenal dengan penampilannya bergaya regae--sebuah aliran musik asal Jamaika. Surip sempat mengaku bukan penggemar tokoh regae, Bob Marley.(AIS/DIO)
Berita menyebutkan bahwa ketika dilarikan ke rumah sakit, mulut mbah Surip berbusa. Mbah surip meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. Apa benar penyebab kematian mbah Surip Mbah Surip karena diracun? Bisa jadi mengingat popularitasnya yg bgitu cepat.

APAPUN PENYEBABNYA ..yang jelas tuhan telah berkehendak lain...selamat jalan mbah semoga mendapatkan tempat yang lebih baik.
hasil karyamu akan selalu memanjakan telinga2 kami sepanjang masa....selamat jalan....


Lanjuuut ..

web hosting gratis silahkan klik ....

Web Hosting
ads ads ads ads